Kampung Kurma : Membawa Tanaman Kurma ke Indonesia


Masyarakat Indonesia sejak dulu telah mecoba membudidayakan kurma di pekarangan rumah mereka. Tapi pembudidayaan tersebut dilakukan belum terlalu serius, hanya sekedar coba-coba dan untuk menghiasi halaman rumah saja. Sehingga hasilnya kurang maksimal. Maemang benar bisa tumbuh, akan tetapi buahnya sedikit dan kecil.

Hal tersebut menimbulkan anggapan masyarakat bahwa kurma tidak akan bisa berbuah di Indonesia. Anggapan tersebut didukung dengan fakta yang ada bahwa memang selama ini negara yang memproduksi kurma adalah negara-negara dari Timur Tengah yang memiliki iklim yang sesuai dengan tanaman kurma. Berbeda dengan di Indonesia yang beriklim tropis seperti di kampung kurma thailand

Tanaman kurma telah di budidayakan sejak awal tahun 4000 SM oleh bangsa-bangsa Timur Tengah. Bahkan ada sebuah temuan bahwa kurma telah dibudidayakan di bagian Arab Timur pada tahun 6000 SM.

Pada masa selanjutnyaa, kurma juga disebarluaskan oleh bangsa-bangsa Arab ke wilayah Afrika bagian utara, Spanyol, Italia, California, Mexico, Serta ke Asia bagian barat daya dan selatan. Dari negara-negara teresebut, beberapa memang bisa menghasilkan buah kurma. Akan tetapi menanam kurma bukan merupakan tradisi mereka. Sehingga hasil buah kurma yang dihasilkan belum terlalu maksimal dari segi kualitas maupun jumlahnya.

Semakin kesini teknologi pertanian untuk pembudidayaan kurma semakin dekembangkan. Di Indonesia pun budidaya kurma telah banyak dilakukan. Bahkan terbukti tumbuh dan berbuah dengan maksimal. Akan tetapi dari segi kualitas masih berbeda dengan kurma yang dihasilkan oleh negara Timur Tengah di kampung kurma

Kurma yang dihasilkan di negara Timur Tengah memang miliki kualtas sedikit lebih baik dari kurma yang dihasilkan di Indonesia. Namun dari segi daya jual masihlah sangat tinggi. Kualitas kurma yang ada saat ini pun masih tersu dikembangkan dengan teknologi dan riset mendalam untuk memperoleh kualitas kurma yang sangat baik. Hal tersebut sudahlah mematahkan anggapan bahwa kurma tidak bisa tumbuh dan berbuah di Indonesia tidaklah benar.

Iklim di Indonesia memang sangat jauh berbeda dengan negara penghasil kurma di Timur Tengah. Oleh karena itu perlu perlakuan khusus agar kurma dapat berbuah di Indonesia. Bahkan dari jenis kurma yang dipilih untuk ditanam pun berbeda disesuaikan dengan iklim yang ada seperti indonesia dan kampung kurma

Kurma yang ditanam di Indonesia adalah jenis kurma tropis. Tim ahli dari penggiat dan pembudidaya tanaman kurma sebagian telah bergabung dengan PT Kampoeng Kurma untuk pembudidayaan kurma di Indonesia. Kampoeng Kurma telah menyiapkan konsep agrowisata kebun kurma terbesar di Indonesia.

Kavling kampung kurma telah banyak di sediakan di beberapa wilayah. Kebun kurma yang telah terbagi menjadi kavling ukuran 400m2-500m2 tersebut dapat juga dimiliki oleh ummat islam di Indonesia. Sehingga muslim di Indonesia yang ingin memiliki kebun kurma tidak perlu riset atau belajar terlebih dahulu pembudidayaan kurma. Semua telah diurus oleh Kampoeng Kurma dari mulai pembibitan, perawatan, hingga pengelolaan hasil panen.

Kedepannya ummat islam yang memiliki kavling di Kampoeng Kurma akan menikmati hasil dari panen buah kurma setiap tahunnya. Passive income akan terus mengalir hingga usia produktif pohon kurma, yakni 90-120 tahun. Sehingga bisa diwariskan ke anak cucu. PT. Kampoeng Kurma pun mempersiapkan kebun kurma bukan hanya untuk kepentingan perusahaan, akan tetapi lebih luas lagi untuk banyak ummat, khususnya muslim yang ada di Indonesia.

 

info kampung kurma