Pidato Gubernur Bank Sentral AS Tekan Nilai Tukar Rupiah


Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada perdagangan Jumat pekan ini. Kebijakan fiskal yang kredibel dan juga keluarnya aturan ekspor mineral diharapkan bisa menjadi pendorong penguatan rupiah pada hari ini.

Mengutip Bloomberg, Jumat (13/1/2017), rupiah di buka di angka 13. 305 per dolar AS, melemah bila di banding dengan penutupan perdagangan terlebih dulu yang berada di level 13. 281 per dolar AS.

Mulai sejak pagi sampai siang ini, rupiah ada di angka 13. 287 per dolar AS sampai 13. 330 per dolar AS. Bila dihitung mulai sejak awal th., rupiah masih tetap dapat menguat 1, 35 %.

Bila berdasar pada Kurs Rujukan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dibanderol di angka 13. 308 per dolar AS. Patokan hari ini itu melemah bila di banding dengan patokan satu hari terlebih dulu yang berada di angka 13. 288 per dolar AS.

Nilai ganti dolar AS pada sebagian mata uang paling utama yang lain naik sebelumnya setelah pernah menyentuh titik paling rendah mulai sejak awal th.. Penguatan dolar AS itu sesudah Gubernur Bank Sentral AS Janet Yellen dalam pidatonya menyebutkan kalau perkembangan ekonomi AS sudah jalan dengan baik.

Baca juga: kurs dollar hari ini

” Hal semacam ini betul-betul dinanti oleh semuanya pihak. Dengan terdapatnya prospek yang cerah itu jadi peluang kenaikan suku bunga dengan bertahap kembali datang, ” terang analis obligasi JP Morgan Private Bank, New York, AS, Philip Guarco.

Ekonom PT Samuel Sekuritas Rangga Cipta menerangkan, rupiah selalu menguat pada perdagangan Kamis, dengan pelemahan dolar AS yang lebih rata pada kurs di Asia.

Kebijakan fiskal yang lebih kredibel dan diresmikannya PP minerba menjaga dominasi sentimen positif dari domestik. Rupiah berpeluang meneruskan penguatannya pada perdagangan hari ini.